Judul Artikel

Pelaksanaan Pembelajaran Model Discovery Learning

     Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah, pembelajaran dijelaskan sebagai proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik, dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Artinya pembelajaran yang baik harus menjamin berlangsungnya inisiatif kegiatan yang berjalan ke segala arah, tidak hanya terpusat pada guru sebagai pusat sumber belajar, namun juga tidak memberi kebebasan yang tanpa tanggung jawab kepada siswa dengan menempatkannya sebagai subyek belajar yang bebas melakukan apa saja tanpa bimbingan dan supervisi dari guru. Karenanya prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran dalam suasana Kurikulum 2013 hendaknya dijadikan landasan dalam melaksanakan pembelajaran. Prinsip-prinsip tersebut dijabarkan sebagai berikut (Kemdikbud, 2016:262):

  1. Peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu;
  2. Peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
  3. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah;

  4. Pembelajaran berbasis kompetensi;

  5. Pembelajaran terpadu;

  6. Pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;

  7. Peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills;

  8. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;

  9. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberikan keteladanan (ing ngarso sung tulodho), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);

  10. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;

  11. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik; dan

  12. Suasana belajar menyenangkan dan menantang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     Pelaksanaan pembelajaran meliputi beberapa tahapan, yakni kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah dapat dijelaskan tahapan pelaksanaan pembelajaran, meliputi:

a. Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

  1. mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
  2. mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan;

  3. menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari;

  4. menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan; dan

  5. menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

 

b. Kegiatan Inti

Merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan pendekatan saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 antara lain mensyukuri karunia Tuhan, jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP.

 

c. Kegiatan Penutup

Kegiatan ini terdiri atas:

  1. Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu: (a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran; (b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; dan (c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan
  2. Kegiatan guru yaitu: (a) melakukan penilaian; (b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan (c) menyampaikan rencana pembelajaran para pertemuan berikutnya.

 

     Sebagai sebuah model pembelajaran yang harus mempunyai sintaks (tahapan yang runtut) pelaksanaan, model discovery learning juga disematkan sintaks dalam penerapannya pada pembelajaran. Sebagai sintaks yang baku, runtutan tahap per tahap haruslah diikuti dan dilaksanakan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Karena pada setiap tahap merupakan landasan penyusun tahapan selanjutnya. Sintaks pembelajaran berbasis penemuan (Kemdikbud, 2016:160-161), sebagai berikut:

 

a. Fase ke-1

Pemberian rangsangan (menyediakan fakta awal untuk diamati peserta didik).

Kegiatan Pembelajaran: Guru menyajikan beberapa contoh dan bukan contoh dari suatu konsep sehingga peserta didik merasa tertarik untuk bertanya lebih jauh.

 

b. Fase ke-2

Identifikasi masalah (mengklasifikasikan fakta yang diusulkan peserta didik).

Kegiatan Pembelajaran: Guru mendorong anak untuk menanyakan fakta tambahan dan guru meresponnya dengan mengatakan “contoh” atau “bukan contoh” sehingga peserta didik memperoleh lebih banyak contoh dan bukan contoh.

 

c. Fase ke-3

Menghasilkan dugaan tentang maksud dari fakta yang diberikan.

Kegiatan Pembelajaran: Guru mengajak peserta didik untuk merumuskan dugaan mereka tentang konsep yang didapat dari contoh-contohnya tersebut.

 

d. Fase ke-4

Pengumpulan data.

Kegiatan Pembelajaran: Guru membimbing peserta didik dalam mengumpulkan informasi terhadap masalah yang didapat siswa melalui berbagai cara: membaca sumber, diskusi, dan sebagainya.

 

e. Fase ke-5

Pembuktian (menganalisis fakta dengan mencari polanya).

Kegiatan Pembelajaran: Guru menata contoh-contohnya saja dan mengajak peserta didik untuk menemukan kesamaan dari contoh-contoh tersebut.

 

f. Fase ke-6

Memfasilitasi peserta didik untuk berbagi hasil penalaran (dugaannya).

Kegiatan Pembelajaran: Guru mengajak kelompok-kelompok untuk berbagi dugaannya dan mendiskusikan sehingga diperoleh dugaan bersama.

 

g. Fase ke-7

Mendorong peserta didik untuk menyimpulkan.

Kegiatan Pembelajaran: Guru memberikan penegasan tentang maksud dari konsep itu.

 

h. Fase ke-8

Membantu peserta didik lebih mantap memahami konsepnya.

Kegiatan Pembelajaran: Guru memberikan latihan untuk memantapkan pemahaman peserta didik.

posted by sokolite.com

14 Januari 2020